Follower

Jumat, 31 Agustus 2012

Resensi Novel Kisah Sang Penandai: Sebuah Petualangan Di Atas Samudera Dalam Mencari Tanah Harapan


Bismillahirrahmanirrahim


            
                                              Cover Depan                          Cover Belakang
                                                                         
  

Judul Novel     : Kisah Sang Penandai   
Penulis             : Tere Liye
Penerbit           : Mahaka, Republika
Cetakan           : Pertama, Jakarta, Juli 2011
Jumlah hlm      : iv+295 hlm
Beli di             : Gramedia, Lippo Karawaci, Selasa 9 Juli 2012
Harga              : IDR 50.000


Prolog:
Duhai, apakah kau akan memilih mati ketika cinta sejatimu tidak terwujudkan? Ataukah hanya bisa memeluk lutut, menangis tersedu, bersembunyi di balik pintu seperti anak kecil tidak kebagian sebutir permen?
Adalah Jim, pemuda yatim piatu dipilih oleh Sang Penandai (penjaga dongeng-dongeng), untuk mengukir kisah melupakan sang pujaan hati, Nayla. Adalah Jim, pemuda yang jangankan memegang pedang, membaca pun dia tidak bisa, terpilih untuk menggurat cerita tentang berdamai dengan masa lalu. Dia harus menyelesaikan pahit-getir perjalanannya - apapun harganya!!! Karena kita sungguh membutuhkan dongeng ini.

Ini adalah novel Tere Liye yang sangat penuh fantasi. Bang Tere membawa kita ke dunia kehidupan petualang samudera. Diceritakan ada seorang pemuda bernama Jim yang miskin dan tidak bisa membaca, tapi dia punya keahlian bermain biola dengan indah. Saat bermain biola di acara pernikahan petinggi negeri, jim jatuh cinta dengan gadis anak petinggi negeri yang ada di sana. Nama gadis itu adalah Nayla. Gayungpun bersambut, Nayla juga jatuh cinta pada Jim. Sayangnya cinta mereka di uji dengan perbedaan status sosial mereka. Nayla dijodohkan oleh ayahnya. Dan dia tidak bisa menolak. Nayla berharap Jim bertindak sesuatu untuk menyelamatkannya dari perjodohan tersebut. Tapi Jim terlalu penakut, ia tidak berani bertindak. Akhirnya Nayla kabur dari rumah menuju kediaman Jim. Nayla tidak menemui Jim, melainkan bunuh diri di suatu penginapan.

Jim terhenyak mendengar berita Nayla telah bunuh diri. Dia meratapi mayat Nayla dan menganggap dirinya pengecut tidak berani mengambil resiko menyelamatkan kekasihnya tersebut. Jim kepikiran untuk bunuh diri. Dia telah membeli racun. Tapi lagi-lagi dasar penakut, Jim tidak ada nyali untuk menelan racun itu. Nah, pada saat Jim dalam keadaan galau, muncul lah seorang lelaki berjubah dengan capung diselilingnya. Lelaki itu adalah Sang Penandai. Sang Penandai adalah orang yang membawakan dongeng. Sang Penandai memilih Jim untuk menjalani dongeng kehidupannya. Jim agak ragu terhadap Sang Penandai yang muncul tiba-tiba ini. Barulah ketika Jim terdesak ingin di bunuh oleh utusan keluarga Nayla, Jim memutuskan untuk mengikuti keinginan Sang Penandai. Sang Penandai, ingin agar Jim ikut menjadi kelasi sebuah kapal laut yang sedang merapat di kota. Akhirnya Jim berpetualang menjadi kelasi di kapal itu. Walaupun masih terbayang Nayla, sedikit demi sedikit dia berhasil mengurangi rasa sakit itu.

Kapal laut itu berjumlah sangat banyak, sampai disebut dengan “armada kota terapung”. Misi perjalanan kapal laut ini adalah mencari Tanah Harapan. Tanah Harapan ini sangatlah subur dan masyarakatnya ramah-ramah (kayaknya Indonesia nih). Jim berbulan-bulan berada di samudera luas. Di sepanjang perjalanan ini, Jim banyak berubah ke arah yang positif. Seperti: bisa menbaca, berkelahi dengan pedang dan yang paling penting dia jadi pemberani. Itu semua ia pelajari dari teman dan kapten kapal. Banyak sekali rintangan yang dihadapi sampai menemukan Tanah Harapan. Bang Tere menggambarkannya dengan baik, sehingga kita terbawa oleh suasana cerita.

Bagaimanakah kisah Jim dan teman-teman menghalau segala rintangan di atas samudra?
Apakah Jim dan teman-temannya berhasil menemukan tanah harapan?
Apakah Jim berhasil melupakan Nayla?
Apakah Jim kembali jatuh cinta dan berjuang untuk cintanya tersebut?

Silakan temukan jawabannya di novel ini.

Menurut saya, novel Bang Tere kali ini kurang menarik (maaf ya Bang), tapi cukup menghibur. Jadi saya beri nilai 3/5 untuk novel ini. Akhir ceritannya saya kurang mengerti. Dan soal tujuan Sang Penandai memilih orang untuk menjalani dongeng, saya belum menangkap apa maksudnya. Mungkin otak saya yang ga sampai ya…hehe. Walaupun begitu ada benang merah yang bisa saya tarik dari novel ini, yaitu setiap orang bisa berubah menjadi baik seperti halnya Jim. Asal ada kemauan dan tindakan plus dukungan dari orang sekitar.

Okelah itulah resensi saya kali ini. Sampai bertemu di resensi berikutnya yahhhh.




4 komentar:

  1. Silahkan download Novel nya disini gan..

    http://www.rudihartoyo.blogspot.com/2013/02/download-novel-gratis-karya-tere-liye.html

    BalasHapus
    Balasan
    1. ok, bro makasih, tapi aku udah punya novelnya...

      Hapus
  2. ukuran buku nya berapa ya? kalau ada yg tau balas ya.. untuk tugas bahasa indonesia, makasih

    BalasHapus
  3. terimakasih atas resensinya bu Fauziah..

    BalasHapus